Ini merupakan kepercayaan diri yang terpenting diantara yang lainnya, karena menegaskan kedudukan kita dalam hubungannya dengan keberadaan seluruh alam semesta ini. Ada 3 hal yang menjadi cirinya:
1. Keyakinan bahwa semesta ini adalah suatu misteri yang terus berubah, dan bahwa setiap perubahan dalam kemestaan ini merupakan bagian dari suatu perubahan yang lebih besar lagi.
Kemanapun kita menoleh, kita akan menyaksikan bahwa segala makhluk dalam semesta ini diciptakan untuk senantiasa berubah, bayi menjadi dewasa, benih tumbuh menjadi batang dan pohon. Semua memiliki tujuan dan berkembang sesuai kodrat masing-masing, entah itu Cuma mahluk bersel satu, sekumpulan pohon ataupun manusia. Semua berperan membuat perubahan dan mampu pula mengungkapkan keberadaannya. Kita adalah bagian dari misteri tersebut, bagian pula dari alur perubahan yang kian membesar.
Kepercayaan diri spiritual berawal dari pemahaman terhadap adanya suatu tujuan dalam lintasan semesta, serta kesadaran bahwa meskipun tidak selalu terpahami, hidup kitapun sebenarnya meniti di alur yang sama
2. Kepercayaan atas adanya kodrat alami, sehingga segala yang terjadi tak lebih dari kewajaran belaka.
Kalau kita merasa seperti hidup dalam dunia yang edan tanpa aturan, itu menunjukkan bahwa kepercayaan diri spiritual kita belum cukup. Segala yang terjadi tampak seperti tak menentu sehingga kita merasa tidak tenteram.
Kepercayaan diri spiritual berkembang, manakala kita mengamati siklus alami dan mekanisme penciptaan. Kita akan menyadari bahwa keberadaan manusia sudah di atur oleh yang Maha Yang Cerdas dan Dia berada diluar ambang kemampuan kita untuk memikirkannya. Kecerdasan Yang Maha Tinggi ini dapat kita buktikan dari sempurnanya sebiji zarah, hingga rumitnya sistem peredaran bintang dilangit.
Jika kita dapat menangkap kebenaran hakiki dalam semesta ini dan menerjemahkannya kedalam semua pengalaman pribadi, kepercayaan diri spiritual akan tumbuh dalam diri kita. Kita akan memahami bahwa sebagaimana semesta ini, tantangan sebesar apapun punya suatu maksud. Tanpa maksud, tak ada satupun yang dapat terjadi.
3. Keyakinan pada diri sendiri dan pada adanya Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi, Yang Maha Tahu atau apapun ungkapan rohani kita pada Maha Pencipta semesta ini.
Coba kita perhatikan, betapa keberadaan kita ini merupakan suatu misteri. Cobalah kita lebih sering mencoba memahami keberadaan kita sebagai manusia. Adakalanya pula kesadaran membawa kita keluar dari keberadaan fisik kita untuk mengamati, merasakan, menumbuhkan dan mencintai keberadaan kita dibumi ini.
Kita akan menyadari betapa kita menjadi begitu unik dan satu-satunya yang sudah dan akan Dia ciptakan. Bukankah itupun merupakan suatu keajaiban?
Kesadaran akan makna diri kita diantara kemaha luasan alam semesta ini akan terasa dalam diri kita. Kita akan terperangah oleh agungnya suatu gunung, saat kita terpesona oleh indahnya matahari terbenam, saat kita takjub oleh perkasanya sang Pencipta kita sendiri.
Kepercayaan spiritual berawal dari kesadaran tentang siapa kita sebenarnya, lepas dari raga dan pribadi kita, lepas dari segala topeng yang menutupi kita. Ia berawal dari upaya unutk menghargai diri kita sendiri, sebagai suatu karya cipta yang unik dan menakjubkan.
BEBERAPA HAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEPERACAYAAN DIRI SPIRITUAL
1. Upayakan menemukan bukti-bukti bahwa semesta ini bergerak menurut suatu hukum tertentu.
Amati hidup kita sendiri ataupun orang lain, lalu sadarkan diri kita bahwa dari segala musibah yang pernah kita alami, ternyata selalu punya hikmah yang dapat kita petik. mungkin kita pernah merasa jera untuk menjalin cinta lagi, namun akhirnya justru menemukan kekasih yang lebih ideal. Atau pernah kehilangan suatu peluang, namun justru kehilangan itu pula yang menciptakan peluang baru yang lebih baik lagi. Memang, dinamika adalah juga hakikat dari hidup kita.
2. Sempatkan diri kita untuk berada ditengah alam yang terbentang ini, dan amati segala perniknya.
Alam adalah guru kerohanian yang selalu hadir dan amat pintar. Saat kita melintasi pepohonan, menatap perniknya sekuntum bunga, mengamati debur ombak yang melanda pantai, memandang taburan bintang yang memenuhi angkasa. Saat itulah kita akan menyadari betapa agung dan tak terbatasnya kekuasaan Sang Maha Pencipta. Semakin kita kenali segala pesona fisik dari semesta kita itu, semakin mudah pula kita menyerap kepercayaan diri spiritual.
3. Upayakan menemukan segala rahasia dan bukti sehari-hari bahwa kita dikasihi.
Setiap hari, kita selalu diberi tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kehidupan kita memang diberkahi. Kita senantiasa menemukan bukti-bukti bahwa kita dikasihi. Dengan matahari yang memberi kita terang dan panas, dengan bumi yang memberi kita pangan atau dengan burung yang menyanyi saat kita sedih, dengan senyum anak kecil saat kita merasa sunyi. Dan disaat kita bimbang, segera pula kita diberi jawabannya. Dengan mempertemukan kita dengan orang yang sesuai, dengan menunjukkan kita buku yang tepat, atau mungkin malah memperoleh petunjukka Allah (Hidayah) disaat waktu yang tepat. Temukanlah segala pertanda yang membuktikan bahwa ada yang membimbing dan menjaga kita. Temukan bukti-bukti bahwa ada yang mengasihi kita.
Jadi intinya kepercayaan diri spiritual adalah suatu naluri kita mengenai adanya rasa tenteram. Yang mengisi lubuk hati dan memupuk batin kita. Yang membuat kita senantiasa meniti jalan hidup yang benar. Keyakinan spiritual adalah keyakinan bahwa dimanapun kita berada disitu pulalah kita dibutuhkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar